Text
Tanah air yang hilang
"Buku ini mengumpulkan cerita 19 orang Indonesia yang dipaksa/terpaksa kehilangan tanah air. Paspor mereka dicabut sehingga mereka harus mencari tanah air yang baru."
Martin Aleida mewawancarai eksil yang bermukim di Eropa. Ia wartawan Kompas yang pernah mendekam di penjara setahun lamanya karena peristiwa G30S. Nasibnya jauh lebih beruntung dari rekan yang lain yang mengalami penyiksaan dan ditawan lebih lama.
Bila kamu bertanya-tanya, kenapa Martin ditangkap? Baca aja di bukunya ya. Spoiler atuh saya ceritain di sini.
Di umurnya yang tak lagi cerkas dan muda, Martin punya proyek sendiri. Yaitu mendatangi eksil dan mendaras cerita dari mereka. Sejak tahun 2016 misi tersebut dilakukan, selama tiga bulan.
Dia pergi ke Prancis. Datang ke Ceko. Pergi ke Belanda. Juga singgah di Jerman. Vietnam pun tak luput dari misinya.
Di sana Martin bertemu muka dengan para eksil. Mewawancarainya.
Dari 19 tulisan di bukunya, ada satu tulisan yang Martin tumpahkan dalam bentuk cerpen. Sebab orang yang ia wawancara meminta nama suaminya tidak disebut. Nah cerpen bertajuk Tanah Air itulah karya Martin yang pertama saya baca, sebelum saya kenal buku Tanah Air yang Hilang ini. Menurut saya itulah bab terberat dalam bukunya. Karena melibatkan sebuah proses tragis bernama bunuh diri. Sedih...
| 260157 | 300 ALE T | Perpustakaan SMA Islam Al Azhar 8 (300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain