Text
Namaku mata hari
Tapi aku penari sejati.
Dan aku Belanda berdarah Indonesia.
Margaretha Geertruida Zelle mengira pernikahan adalah tempat sempurna baginya untuk melabuhkan cinta, hingga ia merasakan pengkhianatan yang menyakitkan. Dalam usahanya meredakan amarah dan sakit hati, ia kembali menemukan cintanya dalam seni tari dan memutuskan untuk lahir kembali dengan nama Mata Hari. Dari tanah Hindia Belanda hingga panggung-panggung Eropa, hidup Mata Hari bergerak di antara tari, cinta, kekuasaan, dan intrik politik. Ia bukan sekadar penari eksotis yang memesona para lelaki berpengaruh, melainkan juga perempuan cerdas yang paham cara bertahan di dunia yang tak pernah benar-benar memihaknya.
| 260122 | 813 SYL N | Perpustakaan SMA Islam Al Azhar 8 (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain