Text
5 Detik dan Rasa Rindu
Puisi-puisi Prilly Latuconsina penuh dengan kontradiksi yang indah: sederhana tapi rumit. Manis tapi getir. Membacanya membuat mulutku luber pujian. Hatiku penuh kehangatan. Perutku sembelit tiga hari. Kayaknya kurang sayuran. Eh..
(Raditya Dika: Penulis, Komedian, Sutradara & Aktor)
Tak lugas, tapi segala rasa dalam kata demi kata yang tertulis langsung menyesap dalam benak. Dan meninggalkan sesak, entah mengapa.
(Risa Saraswati: Penyanyi dan Penulis)
Mencurahkan isi hati melalui puisi bukanlah perkara mudah. Ketika remaja lainnya sibuk curhat pada sahabat, Prilly menuangkannya lewat kata-kata. Buku ini membuktikan bahwa Prilly bukan hanya sosok bintang sinetron yang digilai jutaan orang. Mari kita berhenti memanggil Prilly dengan Ratu Serigala, karena sekarang dia adalah pujangga. (Soleh Solihun: Komedian dan aktor, pernah mau dibunuh sama Prilly di film Hangout)
| 220400 | 811 LAT 5 | Perpustakaan SMA Islam Al Azhar 8 (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain